Langsung ke konten utama

Postingan

Happiness is no longer found on buying....

If there's something really different on this Ramadhan, it would be this one : Now, I realize that happiness is found on giving and not merely buying. I mean, as the years passed I feel no curiosity on shopping for myself anymore. I still do shopping but was like no, not for the Ramadhan or Lebaran. I am all fine with my old long-dress and all. That good heels can wait. I stunned myself on how for nowadays what makes me really happy is buying something for other people ; My cousins, the neighbor, everyone else but not myself. I am so happy to find that little dress or shoes for them, though during this internal department it is a bit challenging to have the time for little shopping or else. I mean, come on! Two or three years ago I will be superbly excited by the fact that there'll be discount, midnight sale and whatnot and definitely gonna buy something for myself could it be shoes (usually more than one pair), bag or clothes. Now, nah. I'll be choosing to bu...

Dalam menyayangimu, Allah adalah diatas segala

“Dalam menyayangi hamba-Nya, Allah adalah Maha : Yang diatas segalanya” Bahkan kasih sayangnya melebihi kasih sayang ibumu padamu, melebihi diri sendiri kepadamu. Kasih yang mewujud nyata dalam setiap yang terjadi dalam hidupmu. Telah Ia atur segalanya dengan sebaik-baiknya sehingga tugasmu adalah Ridho dengan ketetapan-Nya sembari melakukan, menularkan kebaikan yang kau bisa. Memang lebih mudah mengetikkan Ridho dibanding melaksanakannya. Tapi bahkan dalam sujud-sujud terakhirmu berusahalah untuk meminta ampunan semisal hatimu belum lagi bisa tuk menerima karena begitulah kasih sayang-Nya Berbentuk ujian dan syukur Dan Puasa adalah sebaik-baiknya usaha kembali. Kembali kepada kefitrian di 1 syawal nanti, lalu apa artinya kembali jika kau masih membiarkan orang lain mencuri pahalamu dengan gibah? Jika ikhlasmu hanya kau sendiri yang merasakan dalam hati? Belum lagi kau wujudkan dalan tingkah. Apa artinya kembalimu kau masih memikirkan pahala dan surga hany...

Aku saat kita

Perasaan, satu dari sekian misteri yang Tuhan adakan. Bukan karena semata waktu ia tumbuh namun terhadap ketulusan. Telah mencoba tahun-tahun itu sendiri. Ketika hanya peduli pada “aku” maka “kita” takkan pernah ada. Hanya tawa hampa dan kebersamaan didepan, entahlah yang dibelakang. Lalu kemudian keluh kita gaungkan, tentang betapa cinta itu tak lagi ada di dunia. Duhai, apa harus dikata untuk melakukan kita tak mau sedang hasilnya kita harapkan? Sering waktu akan timbul juga tanya itu, “Masih kau tak anggap penting cinta keluargamu?”

Favorite Writer(s)

As a dek-koas-stase-mayor, to make me feel like I have a productive weekend let me write for you, about my most favorites novelist/writer briefly. I’ve almost seven favorite writers but these two are making the first of the list. 1.        Haruki Murakami Murakami is a genius. His every pieces is so mind-blowing that you start to think about using his book to propose someone (till you realize that nobody gonna say “Yes” for such thing). After his famous work of 1Q84 I’ve fallen in love with many of his others. Truth is, I just know his work recently that I started to regret it that I didn’t start reading even earlier (remember my one month one book project?). He’s a 8.5 of 10. My favorite : Colourless Tsukuru Tazaki. (Image sources : Google) 2.        Pramoedya Ananta Toer Pram or PAT. Yeah, I know I sound like a hype-college-student who starts reading what everyone else read. But seriously, hi...

(Regarde Bien!) Pesaing romantisme hujan

Di Iasi, ketika hujan siang itu Apa yang lebih romantis dibandingkan menikmati hujan dikala siang yang remang dengan secangkir kopi hangat, membaca puisi diselingi G ravity yang dialunkan J ohn M ayer perlahan? Adalah m enghabiskan waktu denganmu sayang, menatap raut wajah serius itu dari seberang meja. Diantara buku-buku yang tahu, dan dinding-dinding perpustakaan yang telah sejak lama mencoba membisikkan kerinduanku kepadamu. Aku melihatmu dari sudut mataku, saat mungkin yang terlihat dimata orang lain seperti aku sedang sangat sibuk memandangi tulisan - tulisan mengenai efek cisplatin sebagai obat kemoterapi bahan ujian minggu depan ini. Tidak. Kamu tahu berapa dosis cisplantin yang harus kuberikan setiap siklus pengobatan ini tidak akan pernah bisa lebih menarik dan membuatku bertanya – tanya dibanding tentang apa yang ada dalam pikiranmu. Bertanya tentang apa yang disembunyikan jauh dibawah lebat rambut hitammu yang baru kamu pangkas minggu lalu. Apa yang ...

Tentang menjadi 20 (tahun)

Dengan bertambahnya angka pada usia yang dimulai dengan angka dua, kemampuan berpikir abstrak kita rata-rata telah sampai pada proses akhir. Kita sudah dapat berpikir abstrak, mengemukakan pendapat, membentuk pola pikir. Diantara sekian banyak hal yang rasanya terus-menerus menggugah untuk dipikirkan oleh kemampuan abstraksi ini diantaranya adalah : Mau jadi apa dimasa depan. Buat sebagian orang ini pertanyaan mudah, mereka seolah telah semenjak lahir membawa gen khusus itu, kemampuan menggambar yang luar biasa, bakat atletis maupun kemahiran bercerita. Sebagian yang lain terinsipirasi orang-orang hebat dalam keahlian tertentu, ilmuwan vaksin, pemahat, penemu obat. Yang lain terpapar pada lingkungan dan segera menyadari passion -nya: Politisi, entrepreneur. Meskipun jelas dalam proses menemukan dan ditemukan itu banyak cerita dan perjuangan yang harus mereka lewati. Congratulations to all of you, who know it from the beginning what you want to do. For those who haven’t, c...

Merayakan Kartini

Hai! Selamat merayakan hari kartini bagi yang merayakan! Bagi yang merayakan? Iya. Dari tahun ke tahun rasanya trend kita masih saja sama, merayakan kartini untuk debat panjang tak bersolusi. Kebanyakan mengenai posisi wanita Indonesia, bolehkah seorang wanita berkarir ataukah dia harus sepenuhnya mengurusi keluarganya? Padahal Kartini hanyalah simbol mengenai bagaimana perempuan seharusnya berpendidikan. Lalu kenapa terhadap simbol saja kita masih berdebat? Masih ada Sarinah dan Dewi Sartika, try to read about them it you are free. Anyway, this very special post is dedicated to : Ibu Siti Fadilah Supari yang bukunya baru setengah terbaca tapi sudah membuka mata, bahwa akan terus ada yang kita perjuangkan. Perjuangan panjang entah di tingkat individu, nasional maupun internasional mengenai dunia kesehatan Indonesia. “Indonesia adalah negeri budak. Budak diantara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.” – Pramoedya Ananta Toer  (Jalan Raya Pos, Jalan Daendel...